PERAN GURU DALAM
MEWUJUDKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR YANG EFEKTIF MELALUI SUASANA BELAJAR YANG
MENARIK DAN MENYENANGKAN
Di Susun Sebagai Pengganti UJian Tengah Semester Mata
Kuliah Penulisan Karya Ilmiah
Pengampu : Drs. Joko Suwandi, SE., M.Pd.

Di Susun Oleh :
Harum Gatot Pamungkas (A 210110165)
PENDIDIKAN
AKUNTANSI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam suatu pembelajaran pasti selalu ingin dicapai
suatu hasil yang optimal, dan hasil yang optimal ini dianggap sebagai suatu
keberhasilan dalam pembelajaran. Untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran
tentu perlu adanya suatu proses kegiatan belajar mengajar yang efektif.
Kegiatan belajar mengajar sendiri dikatakan efektif apabila peserta didik
merasa nyaman dengan suasana belajar sehingga mampu menyerap materi yang
disampaikan dengan baik dan mampu berinteraksi dengan peserta didik tentunya
mengenai materi pelajaran yang disampaikan. Guru harus mampu memberi umpan
balik kepada pesera didik dan mereka menangkap dan merespon umpan tersebut.
Dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif peran guru dan keaktifan peserta
didik sangat penting untuk mencapai keberhasilan tersebut, dimana dalam
kegiatang belajar ini harus diciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan
bagi peserta didik. Suasana yang menarik dan menyenangkan inilah yang akan
membuat kegiatan belajar mengajar menjadi efektif, sebab suasana inilah yang
membuat peserta didik merasa nyaman dan tidak mengalami tekanan dalam kegiatan
pembelajaran.
Suasana yang menarik dan menyenangkan, cenderung
membuat peserta didik akan mudah dalam menyerap materi pelajaran yang
disampaikan oleh guru, maka akan terwujudlah kegiatan belajar mengajar yang
efektif. Tentunya jika hal itu terjadi maka secara perlahan dapat meningkatkan
kualitas mutu pendidikan. Sedang kecenderungan yang dihadapi dalam dunia
pendidikan kita, terkadang seorang guru lupa atau bahkan tidak tahu bahwa
dengan menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan maka akan tercipta
kegiatan belajar mengajar yang efektif yang mampu menunjang keberhasilan dalam
pembelajaran. Tidak sedikit peserta didik yang merasa bosan dengan cara guru
menyampaikan materi pelajaran dan tidak sedikit pula peserta didik tidak mampu
menyerap materi pelajaran karena suasana pembelajaran yang kurang menarik dan
menyenangkan. Permasalahan tidak hanya terletak pada guru namun juga pada
peserta didik,mungkin karena adanya kesulitan belajar yang dialami peserta
didik, dan adanya faktor-faktor lain. Hal ini tentunya menjadi tugas seorang guru
dan seorang guru profesional harus punya
kemampuan untuk mengaplikasikan tentang bagaimana seorang guru menciptakan
suasana yang menarik dan menyenangkan, tentang bagaimana seorang guru mengenali
dan mempelajari kondisi siswa dan mampu mendiagnosa kesulitan yang dihadapi,
tentang perlunya suasana yang menarik dan menyenangkan dalam kegiatan belajar
mengajar. Seorang guru harus tahu dan mampu menerapkannya dalam proses
keigiatan belajar mengajar. Tetapi dalam amplikasinya hal-hal di atas tidak
selalu berjalan dengan baik, namun diharapkan profesionalitas yang dimilikki
seorang Guru mampu mengatasi hal-hal diatas dan mampu membuat peserta didik
merasa nyaman dan senang dengan menciptakan suasana belajar mengajar yang
menarik dan menyenangkan agar terwujudnya kegiatan belajar mengajar yang efektif.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.
Bagaimana peran
guru dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang efektif?
2.
Bagaimana peran
guru dalam menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan?
1.3 TUJUAN PENULISAN
1.
Untuk mengetahui
tentang bagaimana peran guru dalam
mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang efektif
2.
Untuk mengetahui
tentang bagaimana cara seorang Guru Profesional menciptakan suasana belajar
mengajar yang tidak menjenuhkan bagi peserta didik sehingga kegiatan belajar
mengajar menjadi efektif.
1.4 MANFAAT PENULISAN
1.
Sebagai
sumbangan informasi dan dengan makalah ini diharapkan seorang Guru Profesional
mampu menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik dan menyenangkan
sehingga peserta didik tertarik dan mampu menyerap materi yang disampaikan
sehingga terwujud kegiatan belajar mengajar yang efektif.
2.
Sebagai
sumbangan informasi dan dengan makalah ini diharapkan seorang Guru Profesional
mampu mengenali dan mempelajari kondisi peserta didik dalam hal kesulitan
belajar sehingga mampu mengatasi kesulitan-kesulitan belajar yang sedang
dihadapi peserta didik.
3.
Sebagai
sumbangan informasi dan dengan makalah ini diharapkan membantu seorang Guru
Profesional mewujudkan terciptanya kegiatan belajar mengajar yang efektif.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peran Guru dalam kegiatan belajar mengajar
Dalam dunia pendidikan pasti ada suatu kegiatan yang
disebut kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar adalah suatu
kondisi yang dengan sengaja diciptakan (Djamarah dan Zain, 2010 : 37). Kegiatan
belajar mengajar ini sudah pasti ada keterlibatan antara guru dan peserta
didik, dimana diantara keduanya terjadi interaksi edukatif dalam kegiatan ini. Peran
seorang guru dalam kegiatan belajar ini sangat sentral dan tidaklah mudah.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan
Dosen, dijelaskan bahwa guru adalah pendidik professional dengan utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Tim, 2011 : 89). Dalam kegiatan
belajar ini guru yang mengajar dan peserta didiklah yang belajar. Mengajar
adalah mengisi pikiran siswa dengan berbagai informasi dan pengetahuan tentang fakta
untuk kegunaan pada masa akan datang (Wahab, 2008 : 7). Sedang belajar pada
hakikatnya adalah “perubahan” yang terjadi dalam diri seseorang setelah
berakhirnya melakukan aktivitas belajar (Djamarah dan Zain, 2010 : 8). Tentunya
kegiatan yang bernilai edukatif ini harus dilaksanakan secara optimal untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelum pengajaran dilaksanakan.
Dalam kegiatan belajar mengajar, peranan guru tidak
hanya mengajar dan menyampaikan materi pelajaran semata. Sebagai seorang
pendidik professional, seorang Guru mempunyai beberapa peranan dalam kegiatan
belajar mengajar. Guru
sebagai pendidik, Guru sebagai pengajar, Guru sebagai pembimbing, Guru sebagai
pelatih, Guru sebagai penasehat, Guru sebagai pembaharu (Inovator), Guru
sebagai model dan teladan, Guru sebagai pribadi, Guru sebagai peneliti, Guru
sebagai pendorong kreatifitas, Guru sebagai pembangkit pandangan, Guru sebagai
pekerja rutin, Guru sebagai pembawa cerita, Guru sebagai Aktor, Guru sebagai emansipator,
Guru sebagai evaluator, Guru sebagai pengawet, Guru sebagai kulminator (http://anomsblg.wordpress.com/profesi-kependidikan/peran-guru-dalam-pembelajaran/). Seorang guru merupakan pemegang peranan tebesar
dalam kegiatan belajar mengajar. Seorang guru professional wajib mempunyai
empat kompetensi. Peraturan Pemerintah Tentang Standar Nasional Pendidikan
Pasal 14 menyatakan bahwa guru wajib memiliki empat kompetensi, yaitu : (1)
kompetensi pedagogik, (2) kompetensi professional, (3) kompetensi kepriadian,
dan (4) kompetensi social (Darmasyah, 2010 : 10). Kompetensi-kompetensi
tersebut menunjukkan begitu pentingnya seorang Guru dalam kegiatan belajar
mengajar yang bertujuan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan sebelum
pembelajaran.
Seorang guru hendaknya pandai dalam memainkan
perannya sebagai pengajar, pendidik, pelatih, pembimbing, dan sebagainya degan
baik. Di dalam kelas pada saat kegiatan belajar mengajar, seorang guru dianggap
sebagai panutan bagi peserta didiknya. Guru harus mampu melakukan pengelolaan
kelas.menurut Djamarah dan Zain (2010 : 173), pengelolaan kelas adalah
keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondidi belajar yang optimal
dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proes belajar mengajar.
Kemampuan seorang guru dalam pengelolaan kelas ini akan mendorong terjadinya
interaksi edukatif antara guru dengan peserta didik yang akan mewujudkan pembelajaran
yang efektif. Terjadinya interaksi edukatif antara guru dan perserta didik
tidak akan tercipta apabila suasana tidak menarik dan menyenangkan. Semangat
belajar muncul ketika suasana begitu menyenangkan dan belajar akan efektif bila
seseorang dalam keadaan gembira dalam belajar (Darmasyah, 2010 : 11). Pendapat
tersebut hendaknya menjadi acuan bahwa seorang guru harus punya kemampuan serta
mampu untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang menarik bagi peserta
didik. Untuk menciptakan suasana yang sedemikian rupa tentu membutuhkan perencanaan
dari seorang guru sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Guru harus
menyesuaikan strategi dan model pembelajaran yang digunakan dengan kondisi
peserta didik. Peran dan tugas yang harus diemban seorang guru tidaklah
sedikit. Dalam melaksanakan tugas dan peranannya, seorang guru dituntut untuk
selalu professional. Tugas dan peran yang harus diemban seorang guru hendaknya
dilandasi dengan jiwa pengabdian, ketulusan, dan keikhlasan untuk mewujudkan
kegiatan belajar mengajar yang efektif.
2.2 Guru Mampu Mengenali dan mempelajari kondisi peserta
didik
Dalam kegiatan belajar mengajar, tidak hanya seorang
guru yang dituntut untuk professional. Partisipasi dari peserta didik serta
kektifan dari peserta didik juga sangat penting untuk menciptakan interaksi
dalam kegiatan tersebut. Untuk membuat peserta didik mau berpartisipasi dan
aktif dalam kegiatan belajar mengajar, maka perlu diciptakan suasana belajar
yang menarik dan menyenangkan. Untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang
menarik dan menyenangkan, tidaklah mudah. Seorang guru terlebih dahulu harus
mengenali dan mempelajari kondisi peserta didik terutama dalam hal kesulitan
belajar. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Wahab (2008 : 13), guru haruslah
dapat mendiagnosa kesulitan-kesulitan belajar siswa secara individual dan mampu
memberi saran yang tepat untuk mengatasinya. Mengenali dan mempelajari kondisi
peserta didik juga termasuk tugas guru. Dalam hal ini adalah kesulitan belajar
yang dihadapai serta mencari solusi yang tepat untuk mengaytasi kesulitan
belajar peserta didik. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana anak didik
tidak mampu belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun
gangguan dalam belajar (Djamarah, 2002 : 201).
Terdapat beberapa kesulitan belajar yang dihadapi
oleh peserta didik, dilihat dari segi mata pelajaran yang dipelajari : (1) ada
yang sebagian mata pelajaran, (2) ada yang sifatnya sementara (Djamarah, 2002 :
200). Selain pendapat tersebut adanya juga kesulitan yang disebabkan karena
kejenuhan dari peserta didik pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar,
baik terhadap cara penyampaian guru atau terhadap suasana belajar mengajar yang
mereka anggap tidak menarik dan menyenangkan. Di dalam kelas terdapat banyak
peserta didik yang mengalami kesulitan belajar yang berbeda. Setiap kesulitan
peserta didik yang satu dapat diatasi akan muncul kesulitan belajar yang
dialami peserta didik lain. Seorang guru harus mampu mengenali, mempelajari dan
mengatasi kesulitan belajar anak didiknya. Penyebab kesulitan peserta didik
yaitu faktor intern dan ekstern dari peserta didik. Faktor ekstern meliputi
semua situasi dan kondisi sekitar. Faktor lingkungan meliputi :(1) lingkungan
keluarga, (2) lingkungan perkampungan atau masyarakat, (3) lingkungan sekolah
(Djamarah, 2002 : 202). Dari pendapat tersebut juga disebutkan bahwa lingkungan
sekolah juga menjadi penyebab kesulitan belajar. Masalah lingkungan sekolah
pasti juga menyangkut masalah lingkungan kelas. Lingkungan kelas yang tidak
menarik akan membuat peserta didik jenuh sehingga mereka mengalami kesulitan
belajar. Guru harus mampu mengenali dan mempelajari peserta didik. Mencari tahu
penyebab kesulitan dan menyediakan solusi bagi peserta didiknya. Kesulitan
belajar akibat lingkungan sekolah dalam hal ini suasana belajar yang kurang
menarik, maka guru harus memberi jalan keluar yaitu dengan menciptakan suasana
belajar yang menarik.
2.3 Perlunya suasana yang menarik dan menyenangkan dalam
kegiatan belajar mengajar
Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang
bernilai edukatif. Partisipasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar sangat
perlu untuk menunjang terwujudnya kegiatan belajar yang efektif. Membuat
peserta didik mampu berpartisipasi aktif adalah tugas seorang guru. Guru harus
mampu menciptakan suasana yang membuat peserta didik menjadi nyaman dalam
mengikuti kegiatan belajar mengajar. Mengapa perlu suasana yang menarik dan
menyenangkan?
Dalam kegiatan belajar, suasana tidak boleh tegang
dan harus nyaman. Suasana yang menarik dan menyenangkan diperlukan agar
terwujud dengan kegiatan belajar yang efektif. Hal ini diperkuat oleh
(Darmasyah, 2010 : 3), belajar akan efektif, jika peserta didik dalam keadaan
gembira. Selain itu, semangat belajar muncul ketika suasana begitu menyenangkan
dan belajar akan efektif bila seseorang dalam keadaan gembira dalam belajar
(Darmasyah, 2010 : 11). Suasana yang tidak menarik cenderung akan membuat
peserta didik menjadi malas dan bosan. Bosan adalah “penyakit” yang amat
berbahaya, termasuk dalam pembelajaran. Jika penyakit bosan menyerang
seseorang, maka ia menderita luar biasa. Orang yag diserang penyakit bosan,
sebagian besar organ tubuhnya menjadi tidak produktif. Bahkan, otakpun tidak
akan mau diajak kompromi untuk berpikir dan memproses informasi (Darmasyah,
2010 : 77). Peserta didik yang merasa bosan tidak akan mampu menyerap informasi
dalam hal ini adalah materi yang disampaikan. Ketidak mampuan peserta didik
dalam menyerap informasi akan berakibat pada kegiatan belajar mengajar yang
tidak efektif. Dari penuturan-penuturan diatas kita dapat menarik kesimpulan
bahwa suasana yang menarik dan menyenangkan perlu diciptakan untuk mewujudkan
kegiatan belajar mengajar yang efektif.
2.4 Peran Guru dalam mewujudkan kegiatan belajar yang
efektif melalui suasana yang menarik dan menyenangkan
Pada pembahasan sebelumnya telah dipaparkan akan
perlunya suasana yang menarik dan menyenangkan untuk mewujudkan kegiatan
belajar mengajar yang efektif. Menciptakan suasana yang menarik dan
menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar, merupakan tugas dari seorang guru.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan
Dosen, dijelaskan bahwa guru adalah pendidik professional dengan utama
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan melatih, menilai, dan mengevaluasi
peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan formal
pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (Tim, 2011 : 89). Dari Undang-Undang diatas
dapat disimpulkan bahwa guru memiliki peranan yang sentral dalam kegiatan
belajar mengajar. Guru tidak hanya dituntut untuk mampu mengajar dengan baik,
tetapi juga harus mampu mengelola kelas dan mengelola pengajaran. Pengelolaan kelas
dan pengelolaan pengajaran menurut Rohani dan Ahmadi (1991 : 116), pengelolaan
pengajaran (instruction) mencakup semua kegiatan yang secara langsung
dimaksudkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus pengajaran (menentukan enrty
behavior peserta didik, menyusun rencana pelajaran, memberi informasi,
bertanya, menilai,dan sebagainya). Sedang pengelolaan kelas menunjuk kepada
kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi
terjadinya proses belajar (pembinaan “raport”, penghentian tingkah laku peserta
didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjara bagi ketepatan
waktu penyelesaian tugas oleh penetapan norma kelompok yang produktif, dan
sebagainya. Dari pendapat diatas mengenai pengelolaan kelas maka seorang guru harus
mampu mengelola kelas dengan baik, termasuk mampu menciptakan suasana menarik
dan menyenangkan dalam kegiatan belajar mengajar.
Guru merupakan tokoh sentral didalam kelas dan mampu
berperan sesuai tugasnya. Guru mempunyai peran penting dalam menciptakan
suasana menarik dan menyenangkan. Guru tidak boleh mengabaikan peranan ini dan
Guru harus mampu menciptakan suasana seperti tersebut. Suasana menarik dan
menyenangkan akan menunjang terjadinya interaksi edukatif antara Guru dengan
peserta didiknya sehingga mewujudkan kegiatan belajar yang efektif. Suasana
yang menarik dan menyenangkan akan berdampak baik bagi peserta didik, menurut
Darmasyah (2010 : 4), ketika peserta didik mendapat rangsangan menyenangkan
dari lingkungannya, akan terjadi berbagaia “sentuhan tingkat tinggi” pada diri
peserta didik yang membuat mereka lebih aktif dan kreatif secara mental dan
fisik. Pendapat diatas hendaknya diikuti dengan kemamampuan seorang Guru dalam
memainkan peranan pentingnya yaitu meciptakan suasana yang menarik dan
menyenangkan dalam kegiatan belajar
mengajar. Suasana tersebut akan membuat
peserta didik menjadi tertarik dan mau aktif dalam kegiatan tersebut. Selain
itu, Guru juga harus mampu merangsang peserta didik agar mampu mengeluarkan
kemampuan edukatif peserta didik. Suasana menarik dan menyenangkan yang
diciptakan seorang guru, akan membuat mereka nyaman sehingga mereka tidak takut
untuk berpendapat. Unsur dalam kegiatan belajar mengajar yaitu guru dan peserta
didik dan keduanya harus saling berinteraksi dengan baik. Kunci dari kefektifan
kegiatan belajar mengajar terletak pada guru. Peran seorang guru sangatl
sentral dalam kegiatan belajar mengajar, termasuk menciptakan suasana menarik
dan menyenangkan.
BAB III
KESIMPULAN
Kegiatan belajar mengajar adalah kegiatan yang
bernilai edukatif, kegiatan ini melibatkan seorang Guru dan peserta didiknya.
Kegiatan belajar mengajar selalu memunculkan interaksi edukatif diantara
pelakunya. Untuk mengajak seorang murid aktif dan mampu berinteraksi mengenai
materi pelajaran tidaklah mudah. Peserta didik biasanya mudah merasa bosan atau
jenuh terhadap mata pelajaran yang diikuti. Kejenuhan inilah yang akan
menghambat munculnya interaksi edukatif antara Guru dengan peserta didik.
Kejenuhan itu terkadang muncul karena peserta didik mengalami kesulitan dalam
belajar, bahkan kejenuhan muncul karena disebabkan oleh Guru. Artinya, peserta
didik mengalami kejenuhan karena gaya
mengajar, metode pembelajaran, sampai cara penyampaian dari Guru tidak menarik
dan menyenangkan bagi mereka. Mereka menganggap lebih baik tidak memperhatikan
atau melakukan hal lain yang mereka anggap lebih menyenangkan.
Dari penyebab-penyebab tadi, hendaknya seorang Guru
mampu mendiagnosa apa yang membuat peserta didik jenuh. Guru haru mau mengenali
dan mempelajari kondisi peserta didik. Penyebab kejenuhan mereka adalah adanya
masalah intern, maka seorang Guru harus mendekati, memcari tahu, kemudian
member solusi yang tepat. Penyebab kejenuhan adalah Guru, maka Guru harus berkaca
mulai dari gaya, metode, strategi mngajar tidak disenangi oleh peserta didik.
Kejenuhan muncul karena peserta didik menganggap suasana tidak menarik dan
menyenangkan bagi mereka, maka suasana yang menarik dan menyenangkan sangat
diperlukan agar kegiatan belajar mengajar menjadi efektif. Peran Guru disini
adalah menciptakan suasana yang sedemikian rupa agar peserta didik nyaman
mengikuti jalannya kegiatan belajar mengajar sehingga kegiatan belajar mengajar
enjadi efektif.
DAFTAR PUSTAKA
Darmasyah. 2010. Strategi Pembelajaran Menyenangkan Dengan
Humor. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Wahab, Abdul Aziz.
2008. Metode dan Model-Model Mengajar
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bandung : Alfabeta.
Djamarah, Syaiful
Bahri. 2002. Psikologi Belajar.
Jakarta : PT. Rineka Cipta
Rohani, Ahmad dan Abu
Ahmadi. 1991. Pengelolaan Pengajaran.
Jakarta : PT Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri
dan Azwan Zain. 2010. Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.
Marsudi,
Saring, dkk. 2011. Landasan Pendidikan.
Surakarta : Muhammadiyah University Press.
Cahyono, Anom. Peran Guru Dalam Pembelajaran. http://anomsblg.wordpress.com/profesi-kependidikan/peran-guru-dalam-pembelajaran/. 21 Oktober 2012. 09 : 51 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar