Senin, 22 Oktober 2012

Penyesalan (Puisi Karyaku)

Butiran debu terbang melayang, tersapu angin
Ingin ku genggam namun tak mampu aku

kenapa aku tak berlari mengejar impian?
mengapa aku hanya terdiam dan tak mencoba mewujudkan impian?

Aku menangis,
Menangisi malam yang telah berlalu,
berlalu ketika sang fajar menyingsing,

Seharusnya aku tak dim membiarkan nasi menjadi bubur,
Seharusnya aku beranjak dari tempatku terdiam,
Seharusnya dari duliu aku berlari dari tempatku berdiri,
Seharusnya, seharusnya, dan seharusnya..

Sebuah kata yang muncul dan menjejal di pikiran,
Sebuah kata yang lahir saat membuang kesempatan,
Sebuah kata yang tercipta pada akhir cerita, .
Dan sebuah kata yang melukiskan sebuah penyesalan.

satuan layanan dn pendukung mata kuliah BK



LAPORAN
PELAKSANAAN, EVALUASI, ANALISA DAN TINDAK LANJUT
SATUAN LAYANAN / PENDUKUNG
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    Topik Permasalahan / Bahasan             :   Indisipliner (Sekolah Menengah Atas)
B.     Spesifikasi Kegiatan                             :  
  1. Bidang Bimbingan                         :   Bidang Pribadi
  2. Jenis Layanan / Pendukung            :  
  3. Fungsi Layanan / Pendukung         :   Pemahaman dan Pengembangan
  4. Sasaran Layanan / Pendukung       :   Siswa kelas IX
C.     Pelaksanaan Layanan / Pendukung      :  
  1. Waktu                                             : Semester I/2011 Pukul : 09.30 – 10.00
  2. Tempat                                            :
  3. Deskripsi dan komentar tentang pelaksanaan layanan/ pendukung :
Ø  Guru pembimbing menjelaskan tentang potensi yang dimiliki masing-masing siswa, sehingga potensi atau kemampuan siswa inilah yang menjadi faktor penentu untuk menentukan studi lanjutan serta memberi pengetahuan tentang persiapan karir dan membuat alternatif pilihan karir dan memberikan dorongan untuk bersemangat merencanakan karir di masa depan yang sesuai.
D.    Evaluasi (Penilaian)
  1. Cara-cara Penilaian
Ø  Siswa memperhatikan penjelasan kegiatan layanan
Ø  Siswa mencatat hal-hal yang penting
Ø  Semua siswa selalu bertanya apabila kurang paham.
  1. Deskripsi dan komentar tentang hasil penilaian :
Ø  Hasil penilaian menunjukkan bahwa siswa antusias dalam memahami materi layanan yang disampaikannya
Ø  Guru pembimbing menilai hasil pekerjaan para siswa dan memeriksa buku catatan-catatannya
E.     Analisis Hasil Penilaian
  1. Cara-cara analisis
Ø  Para siswa memiliki pilihan karir yang sesuai dengan potensi  masing-masing
Ø  Guru pembimbing dengan memberi pengarahan tentang dunia pendidikan dan karir yang akan siswa masuki.
  1. Deskripsi dan komentar tentang hasil analisis :
Ø  Layanan bimbingan konseling berjalan dengan baik
F.      Tindak Lanjut
  1. Cara-cara tindak lanjut
Guru pembimbing mengidentifikasi pilihan karir siswa dalam menentukan pilihan studi lanjut
  1. Deskripsi dan komentar tentang upaya tindak lanjut:
Ø  Data ini yang kaitannya dengan keaktifan mencatat materi untuk dijadikan bahan pertimbangan penanganan guru pembimbing.



Mengetahui
Kepala Sekolah




KADERI, S.Pd
NIP. 131 006 300
Sumber,   September 2007
Guru Bimbingan Konseling




ABDUL QODIR, S.Pd
NIP. 150358362

Minggu, 21 Oktober 2012

manajemen sarpras





MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Di Susun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajeen Pendidikan
Pengampu : Drs. Nur Chusni, M. Ag


Di susun Oleh :
Harum Gatot Pamungkas (A 210110165)

PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012





BAB  I
PENDAHULUAN
1.1    LATAR BELAKANG
Sejak beberapa tahun terakhir, kita dikenalkan dengan pendekatan baru dalam manajemen sekolah yang lebih dikenal dengan manajemen berbasis sekolah atau school based management atau disingkat MBS. Adapun secara umum, gagasan penerapan pendekatan ini muncul sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah sebagai paradigma baru dalam pengoperasian sekolah. Selama ini sekolah hanyalah kepanjangan tangan birokrasi pemerintah pusat untuk menyelenggarakan urusan politik pendidikan. Anggaran pendidikan mengalir dari pusat ke daerah menelusuri saluran birokrasi dengan begitu banyak simpul yang masing-masing menginginkan bagian. Tidak heran jika nilai akhir yang diterima di tingkat paling operasional telah menyusut. Kita khawatir, jangan-jangan selama ini lebih dari separuh dana pendidikan sebenarnya dipakai untuk hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan proses pembelajaran di level yang paling operasional, yaitu sekolah.
Sekolah sebagai bentuk organisasi diartikan sebagai wadah dari kumpulan manusia yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu yakni tujuan pendidikan, dengan memanfaatkan manusia itu sendirisebagai sumber daya, di samping yang ada di luar dirinya, seperti uang,material, dan waktu. Agar kerja sama itu berjalan dengan baik, maka perlu ada aturan. Keberhasilan program pendidikan melalui proses belajar mengajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu siswa, kurikulum, tenaga kependidikan, dana, prasarana dan sarana, dan faktor lingkungan lainnya. Apabila faktor tersebut bermutu, dan proses belajar bermutu pada gilirannya akan menghasilkan lulusan yang bermutu pula. Guru merupakan salah satu pelaku dalam kegiatan sekolah. Oleh karena itu, ia dituntut untuk mengenal tempat bekerjanya itu. Pemahaman tentang apa yang terjadi sekolah akan banyak membantu mereka memperlancar tugasnya sebagai pengelola langsung proses belajar mengajar. Guru perlu memahami faktor-faktor yang langsung dan tidak langsung menunjang proses belajar mengajar. Prasarana dan sarana diibaratkan sebagi motor penggerak  yang dapat berjalan dengan kecepatan sesuai dengan keinginan oleh penggeraknya. Begitu pula dengan pendidikan, sarana dan prasarana sangat penting karena dibutuhkan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar Orang yang bekerja sama dalam situasi kerja sama itu berbeda dari satu tempat ketempat yang lain, maka terjadi suasana yang berlainan antara satuan kerja sama yang satu dengan yang lain (Suryosubroto 2004:27).
Mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih. Manajemen prasarana dan sarana sangat diperlukan dalam menunjang tujuan pendidikan yang sekaligus menunjang pembangunan nasional, oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman konseptual yang jelas agar dalam implementasinya tidak salah arah. Bagi guru, pemahaman tentang pengelolaan prasarana dan sarana akan membantu memperluas wawasan tentang bagaimana ia dapat berperan dalam merencanakan, menggunakan, dan mengevaluasi prasarana dan sarana yang ada sehingga prasarana dan sarana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan. Pemahaman tentang administrasi pengembangan kurikulum akan sangat membantu dalam menerjemahkan kurikulum menjadi pengalaman belajar siswa; pemahaman tentang administrasi kesiswaan akan sangat membantu mereka dalam menjalankan tugas memproses siswa tersebut menjadi lulusan yang bermutu tinggi; pemahaman tentang pengelolaan personel atau pegawai akan membantu upaya pengembangan pribadi dan profesionalnya; pemahaman tentang seluk-beluk administrasi keuangan akan membantu guru dalam menetapkan prioritas pelaksanaan tugasnya, karena pada akhirnya dana untuk menunjang kegiatannya juga terbatas; pemahaman tentang hubungan sekolah dengan masyarakat akan membantu guru dalam usaha mereka dalam menjadikan sekolah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat, sehingga terjalin kerjasama yang baik di antara keduanya (Soetjipto dan Kosasi 2004:146). Manajemen ditambah administrasi prasarana dan sarana memegang peranan penting dalam menunjang pembangunan. Dengan diberlakukan otonomi daerah berarti pemerintah memberikan kesempatan kepada sekolah untuk berinisiatif dan berkarya sesuai dengankemampuan lembaga pendidikan/sekolah masing-masing termasuk dalam pengembangan prasarana dan sarana. Oleh karena itu perlu adanya manajemen prasarana dan sarana pendidikan.




1.2    RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini hanya akan dibahas tentang manajemen prasarana dan sarana serta peran guru dalam mengoptimalkan prasaranadan sarana tersebut. Hal lain seperti manajemen dan administrasi kurikulum, kesiswaan, kepegawaian, keuangan, dan hubungan masyarakat tidak dibahas dalam makalah ini. Hal ini bukan berarti melebihkan yang satu daripada yang lain atau mengunggulkan yang satu, di lain pihak menyepelekan yang lain. Tentu hal ini beralasan agar pembahasan dalam makalah ini fokus pada satu sisi, selain itu memberi peluang kepada khalayak untuk melengkapi kekurangan (apa yang tidak dibahas) dalam makalah ini.
1.3    TUJUAN MAKALAH
Berdasarkan latar belakang dan batasan pembahasan di atas,maka tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mendeskripsikan system administrasi prasarana dan sarana di sekolah dan merumuskan peran guru dalam mengupayakan sistem admnistrasi prasarana dan sarana sekolah yang baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

1.4    MANFAAT MAKALAH
Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam memberi gambaran tentang sistem administrasi prasarana dan sarana sekolah. Sebagai masukan kepada pihak-pihak terkait dalam penulisan, seperti pendidik, siswa, dan pemerintah serta masyarakat pada umumnya,serta dapat menjadi referensi bagi pihak-pihak yang khususnya ingin mendalami masalah yang kami angkat dalam makalah ini.






BAB II
 PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Sarana dan prasarana sangat penting dalam dunia pendidikan karena sebagai alat penggerak suatu pendidikan. Sarana dan prasarana pendidikan dapat berguna untuk menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu lembaga dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Prasarana dan sarana pendidikan adalah salah satu sumber daya yang menjadi tolok ukur mutu sekolah dan perlu peningkatan terus menerus seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup canggih.
Pengertian Sarana Pendidikan Menurut Ahli
Menurut Ibrahim Bafadal (2003: 2), sarana pendidikan adalah “semua perangkatan peralatan, bahan dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan di sekolah”. Wahyuningrum (2004: 5), berpendapat bahwa sarana pendidikan adalah “segala fasilitas yang diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat meliputi barang bergerak maupun barang tidak bergerak agar tujuan pendidikan tercapai”.
Sarana pendidikan adalah seluruh perangkat alat, bahan, dan perabot yang secara langsung digunakan dalam proses pendidikan.  Meja dan  kursi anak, papan tulis, alat  peraga,  almari,  buku-buku,  media  pendidikan  (jika  diperlukan  merupakan contoh  sarana  pendidikan.
Sedangkan pengertian sarana pendidikan menurut (Tim Penyusun Pedoman Media Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) adalah semua fasilitas yang diperlukan dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak, maupun tidak bergerak, agar pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur, efektif dan efisien
Dapat disimpulkan dari beberapa pendapat di atas, bahwa pengertian sarana pendidikan  adalah segala fasilitas bisa berupa peralatan, bahan dan perabot yang langsung  dipergunakan dalam proses belajar di sekolah. Tentunya semua prasarana dan sarana pendidikan harus dikelola dengan baik, hal ini dinamakan manajemen sarana pendidikan.

2.2 SARANA DAN PRASARANA YANG MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN
A. Sarana Yang Menunjang Proses Pembelajaran, Meliputi :
a)         Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran. Seperti papan tulis, spidol, dll.
b)         Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.
c)         Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar, meliputi:
Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi pegangan peserta didik dan guru untuk setiap mata pelajaran.
Buku pengayaan adalah buku untuk memperkaya pengetahuan peserta didik dan guru.
Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu.
d)        Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs (website), dan compact disk.

B. Prasarana Yang Menunjang Proses Pembelajaran, Meliputi :

a)            Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus.
b)            Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.
c)            Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran secara praktik yang memerlukan peralatan khusus.
d)           Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah.
e)            Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan menerima tamu. 21. Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan administrasi sekolah/madrasah.
f)             Ruang konseling adalah ruang untuk peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
g)            Ruang UKS adalah ruang untuk menangani peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah.
h)            Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah/madrasah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah.
i)              Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi peserta didik.
j)              Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil.
k)            Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah/madrasah yang tidak/belum berfungsi, dan arsip sekolah/madrasah.
l)              Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup yang dilengkapi dengan sarana untuk melakukan pendidikan jasmani dan olah raga.
m)          Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk peserta didik dapat melakukan kegiatan bebas.

2.3 STANDAR SARANA DAN PRASARANA YANG SEHARUSNYA
Menurut peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tanggal 28 Juni 2007 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan adalah
a)       Mempunyai fasilitas secukupnya untuk ventilasi udara dan pencahayaan yang memadai.
b)      Memiliki sanitasi di dalam dan di luar bangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan air bersih, pembuangan air kotor dan/atau air limbah, kotoran dan tempat sampah, serta penyaluran air hujan.
c)       Bahan bangunan yang aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

BAB III
 PENUTUP
SIMPULAN
Sarana dan prasarana pendidikan sangatlah bermanfaat dan berperan penting untuk menunjang kelancaran proses pendidikan karena meskipun KBM (kegiatan Belajar Mengajar) sudah baik, namun tidak didukung dengan alat-alat atau sarana prasarana pendidikan maka hasil yang dicapai tidak akan sesempurna yang diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA